Terkait Larangan Mudik, Puluhan Travel Gelap Diamankan Polres Karawang

  • Whatsapp

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Meski pemerintah sudah menetapkan larangan mudik lebaran 2021, namun masih ada saja masyarakat yang membandal dan nekat untuk pulang kampung, bahkan menggunakan travel gelap walaupun biaya ongkos yang mahal.

Larangan mudik ini berlaku mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Namun bukan berarti travel gelap bisa seenaknya mengangkut pemudik. Polisi pun bergerak cepat. Seperti, Satlantas Polres Karawang menyeleksi ketat kendaraan yang meninggalkan DKI Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, sebanyak 32 mobil travel gelap yang mengangkut pemudik dengan tujuan sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, diamankan di Mapolres Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra, mengatakan, operasi tersebut digelar pada 22 April hingga 4 Mei 2021. Saat diamankan petugas, puluhan mobil travel tersebut tengah mengangkut penumpang.

“Total penumpang yang berada di dalam travel tersebut berjumlah 250 orang dan langsing kita arahkan ke terminal dan sebagian ada yang dijemput keluarganya. Pengamanan mobil travel gelap itu dilakukan karena telah melanggar Pasal 308 UU No. 22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan,” kata Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra didampingi Kasat Lantas, AKP Rizky Adiputro, Rabu (5/5/2021).

Dikatakan, travel ini menerapkan tarif cukup mahal kepada para penumpangnya, dengan tarif rata-rata dikenai Rp 500 ribu untuk tujuan Jawa Barat, sedangkan Rp 900 ribu bagi penumpang yang akan mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Keberadaan travel gelap itu diduga memanfaatkan situasi ketika pengetatan mudik masih sedikit longgar. Para sopir menawarkan jasa angkutannya melalui media sosial juga kepada orang yang dikenalnya melalui mulut ke mulut,” terangnya.

Diakuinya, penyitaan kendaraan itu akan dilakukan sesuai lembar tilang masing-masing. Sebab, sanksi yang diterapkan hanya pidana ringan berupa tilang.

“Para sopir angkutan gelap ini dijerat Pasal 308 UU No. 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 2 bulan dan atau denda Rp 500 ribu,” ungkapnya.(ops/sir)

Pos terkait