KEHIDUPAN merupakan perjalanan yang jauh, melelahkan, dan sempit karena kita tidak tau hingga kapan kehidupan kita di duania ini, ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19nyang tidak tau sampaikan akan berakhirnya membuat kehidupan ini terasa semakin sulit dan berat. Ada yang sedang berjuang untuk sembuh, berjuang untuk bangkit, berjuang untuk hidup dan menghidupi.
Penulis : Haniffa Arfa Ladamay
Perumahan Jetis Indah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
Kebijakan demi kebijakan telah dijalankan, peraturan demi peraturan telah dilaksanakan, tetapi hingga kini belum menemukan solusi yang tepat untuk masalah yang sedang dihadapi dunia yaitu virus Covid-19 yang semakin ganas, dan semakin sulit untuk dikendalikan.
Pada awal munculnya virus Covid-19 di Indonesia, pemerintah telah memberlakukan kebijakan di rumah saja atau stay at home dengan harapan dapat menghambat penularan. Tetapi masih sama saja, sehinnga pemerintah mengeluarkan aturan baru yaitu PSBB tetapi tetap sama saja belum terlihat hasilnya.
Dan sekarang pemerintah dengan tegas memberlakukan kebijakan PPKM Darurat. Ternyata memiliki dampak yang cukup mengejutkan terutama bagi pedagang-pedagang yang semuanya dibatasi sehingga mengakibatkan perekonomian menjadi tidak stabil.
Mungkin dengan cara inilah alam mampu memulihkan dirinya dan mempercantik dirinya, kita sebagai manusia yang selama ini hanya menikmati, mungkin hingga merusaknya dan tanpa menjaga alam saatnya kita para manusia untuk dirumah saja atau membatasi kegiatan kita. Dengan dirumah saja tau stay at home setidaknya kita mampu mengurai pencemarah udara yang dihasilkan dari asap-asap kendaraan yang selama ini kita keluarkan.
Melihat pandemi yang belum berakhir dan masalah perekonomian yang semakin sulit akhirnya para ibu-ibu PKK Kelurahan Jetis melakukan Gerakan Sedekah Jetis (GRATIS), sesuai dengan motto Lamongan yaitu “Memayu Raharjaning Praja”. Artinya, berusaha dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya dengan bekerja keras dan ulet untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat, masyarakat, dan negara.
Dari motto itulah munculnya suatu gerakan yang dilakukan oleh Kelurahan Jetis Kabupaten Lamongan, berbagi dengan cara yang mudah dan sederhana dalam kondisi yang tidak menentu ini sanggat berharga bagi para masyarakat.
Seperti yang telah dilakukan oleh ibu-ibu PKK kelurahan jetis dengan mengadaakan program “GRATIS” Gerakan Sedekah Jetis, pada kegiatan bersedekah atau berbagi ini yang menjadi penggerak adalah para ibu-ibu PKK Kelurahan Jetis.
Kegiatan ini dilakukan pada setiap Jum’at dan Minggu menyesuaikan kebijakan yang telah dibuat RT masing-masing. Tidak lupa kegiatan berbagi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada, kegiatan berbagi bahan masakan dengan ukuran yang pas dan siapapun boleh mengambilnya.
PPKM darurat yang telah ditentukan oleh pemenintah membuat banyak masyarakat kesulitan dalam perekonomian, dengan adanya Gerakan Sedekah Jetis ini diharapkan mampu membantu meringan pengeluaran pada masyarakat yang kesulitan untuk berbelanja bahan makanan. Berbagi dengan cara yang mudah dan sederhana ini semoga dapat menginspirasi dan memotivasi bahwa berbagi tidak perlu sesuatu yang mahal.(*)







